Prof. Bagus Muljadi: ORANG INDONESIA BERDEBAT CUMA BUAT SOK JAGOAN
CEMAS - Cerita Masyarakat · 172 rb x ditonton
인기 댓글
2위@muharjunwiraya1 hari yang lalu
Kalau kedua idola ini ketemu rasanya menyaksikan harapan besar untuk bangsa ini. ❤❤❤번역 보기
👍 12 좋아요
댓글 0
· 로그인 없이 익명 동물 이름으로 참여합니다3위@crs59121 hari yang lalu
Menurutku the real hero animation is Avatar: The Legend of Aang Disini menunjukkan sosok Avatar, atau Hero, is actually a really authentic experience. sebetulnya bisa dibilang ada narasi karena avatar hilang, dunia hancur, ada satu bangsa yang menjajah bangsa lain. Lalu ratusan tahun hal itu berjalan dan orang2 secara kolektif menyalahkan Avatar dan mengharapkan Avatar akan menolong dan menyelamatkan Bumi. Lalu ternyata Avatar datang dan hanya seorang bocah yang bingung dan juga bergejolak dari dalam diri dengan tugas sebesar itu, dan satu dunia mengharapkan dia untuk menyelamatkan. Lalu, kekuatan Avatar pun sebetulnya merupakan sesuatu yang terbatas, dan bahkan dia butuh bantuan orang lain juga. Secara logika, untuk membawa perubahan tidak mungkin hanya dilakukan oleh Aang, tanpa semua orang juga melawan. Lalu apakah sebetulnya masyarakat dari awal bisa melawan tanpa Avatar? Secara hitungan matematis perang Aang is just a boy, and his power could backfires anyway. Rasanya membedah cerita Aang itu tidak ada habis2nya dan lucunya ada perbedaan pemikiran saat menonton pas masih kecil dan saat akhir2 ini. Misal rasanya sebel saat Aang kehilangan kendali atau menjadi menyebalkan ke semua orang. Lalu dipikir2, lah saya juga begitu. Not easy, menjadi Avatar bukan sesuatu yang jatuh dari langit. Bukan suatu kelebihan yang cuma untuk disombongkan, disitu ada kewajiban. Sesuatu yang lebih dalam dan kompleks. Real hero is just like us. Jadi disini rasanya hero ini lebih dekat, dan hero tidak sempurna, hero itu belajar, terluka, buat kesalahan, ya sama seperti manusia lain. Kita sendiri yang memutuskan mau menjadi apa. Kalau mau percaya dunia hancur tanpa Avatar, ya terjadilah... Bisa jadi penyerangan Suku Udara itu lebih berfungsi sebagai senjata psikologis. Karena dengan itu Avatar dianggap mati, jadi buat apa berjuang? Tapi ironinya saat Raja Api memerintahkan Zuko untuk mencari Avatar dengan tujuan menghinanya, justru betul2 anaknyalah yang menemukan dan pada akhirnya menghentikan ambisi Raja Api. Menurut saya bisa dijadikan acuan sih apabila mau dibuat film hero. Mungkin bisa lebih dekat lagi, misal mbak2 gaji umr di ibukota yang tiap hari berjuang, lalu terkena PHK, dan bagaimana itu rasanya seperti mau mati, dan perjalanan bagaimana dia keluar dari mental korban? Atau seperti Miracle in Cell no 7, Bagaimana seorang anak yang dibesarkan ayah yang Autistic, lalu ayah dituduh membunuh. Perihnya menyaksikan semua itu, lalu dengan lika liku dia bisa memutuskan menjadi korban. Tetapi dia putuskan untuk menjadi semangat menjadi seorang Pengacara, sampai akhirnya dia bisa mengajukan pengecekan ulang perkara ayahnya dan memperjuangkan hal yang sebelumnya terjadi menjadi putusan Tidak bersalah, lalu nama baik ayahnya dia bersihkan walaupun ayahnya sudah tiada. She is a hero. Lalu mbak2 lulusan bahasa jepang, yang merasa tertipu saat jual beli mobil. Dia mempertanyakan dasar knp perkara tidak jalan, dan ingin tau dasarnya. Menggunakan media juga dengan tetap belajar dan bertanya. Bahkan jawaban sesederhana itu tidak bisa ia dapatkan. Sampai ada komentar kalau ada 10 orang saja seperti ini, mungkin reformasi polri segera terjadi. Saat kita merasa ada yang salah lalu kita diam. Kita menurunkan standar kita sendiri. Dan ternyata, bahkan, untuk meminta hak yang dituliskan di UU, itu susahnya bukan main. Pengalaman pribadi. Hanya pertanyaan simple, kenapa atau apa maksudnya? hal ini membuat kekacauan luar biasa. Membuat saya berpikir, apakah selama ini tidak pernah ada yang bertanya dan meminta haknya? Ternyata banyak bertanya, itu berbahaya. Tapi tidak berani bertanya, itu seperti memilih mati. Pas kecil saya sering dimarahin karena banyak tanya. Kenapa kita harus salim, kenapa harus punya agama, kenapa manusia ada? Semua pertanyaan ini berujung cap aneh, orang gila, dan tatapan marah... Hehe. Makanya saya berusaha meraba ke nenek moyang saya asal Tapanuli, belajar sejarah sedikit2, filsafat batak.. Oh ada ya filsafat tentang Habanaron, kebenaran. Disitu ada contoh, memperjuangkan kebenaran merupakan salah 1 dari 3 hal penting. Lalu saya pun sekarang masih belajar, untuk mencari jalan tengah, menambah pengetahuan, menambah persepsi dan tidak mau melakukan hal yang berlebihan melebihi kemampuan saya... Di umur 30 tahun, dimana saya yang selalu mendefinisikan diri saya ini pemalu, aneh, tidak pantas, dll memutuskan untuk lepas dari hal itu. Depresi panjang, dan rasa ingin menghilang, berkali2 terjadi, tangisan, semangat, hancur, rindu, kehilangan, bahagia, sakit lagi... saya bahkan tidak bisa menghitung. Tetapi saat sesuatu hal terjadi pada saya dan saya tidak boleh bertanya tujuannya? Apakah itu mendekati kebenaran? Hal basic yang sangat2 dasar saja tidak boleh saya ucapkan sebagai syarat penerimaan.. Jadi saya sendiri belum menemukan jawaban.. Mungkin tidak akan ada jawaban pasti... Tetapi ada prinsip yang paling dasar yang harus saya jaga untuk diri saya sendiri..번역 보기
👍 4 좋아요
댓글 0
· 로그인 없이 익명 동물 이름으로 참여합니다관련 영상
SUARA NYINDEN NIKEN MENGGELEGAR‼️ TAPI SUARA VIOR LEBIH...😱 CI OLIVE BINGUNG PILIH YANG MANA‼️
Wawancara Khusus Bocor Alus dengan Jokowi | Bocor Alus Politik
KERUSUHAN LEBIH BESAR DI INDONESIA AKAN MENYUSUL?? - Gema Goeyardi
FILM SEJUTA PENONTON INI OVERRATED? COKI & ADRI GAK SETUJU! (KEG SPECIAL NGELANTUR IDN)
NTRL, WHY PODCAST | E5S1
Mecca Pact Expands: Bangladesh and Indonesia to Join? | Dr Nasir Baig
Prof. Bagus: Alasan Orang Indonesia Takut Berpikir & Selalu Merasa Rendah | SUARA BERKELAS #212
MAU JADI PLAYBOY? BELAJAR DULU SAMA THE CHANGCUTERS! - PODCAST BAHLUL
1위@bagusmuljadi1 hari yang lalu
Thanks, Ryza - great talking to you번역 보기
👍 68 좋아요
댓글 0
· 로그인 없이 익명 동물 이름으로 참여합니다